Sabtu, 13 Desember 2008


ma choesnoel di duta perancis.....

gaya orang soug jaim padahal enggak blaszzzzzzzzz....

hwkwkwkwkwkwkkwk....

always friendship jeh....

Kamis, 13 November 2008


foto waktu LDKS di claket ,pacet

seru sich cuman kurang asik coz aq atit di sna....

sragam ny kayak salesny flexi yach....

tapie lithu lho,,,,,

^_^

Senin, 03 November 2008

tEmAn qOe tLah pErgI jAuh
sLaMat jLan kAwAnd
tIdUrLh dGn tNaNg
dIsAnaqOe kAn sLalu mEndOakN mOe Agar kAu dItErImA dIsisi-NYA bAhaGialah kArna sesungguhnya ALLAH sangat sayang padamu
kAwanD.......
selamat jalan YUDHA ANDREW IRAWAN
tEmaN yAng aQoe sAyAng
qOe tAU kAu takkan kembali
namun pRcYlh bHwA qT kN bRtmOe lGie pAbiLa sDh pDa wKtunYA

Kamis, 30 Oktober 2008

MALAM 

Mulai kelam 
belum buntu malam 
kami masih berjaga 
--Thermopylae?- 
- jagal tidak dikenal ? - 
tapi nanti 
sebelum siang membentang 
kami sudah tenggelam hilang 

Zaman Baru, 
No. 11-12 
20-30 Agustus 1957

AKU 

Kalau sampai waktuku 
'Ku mau tak seorang kan merayu 
Tidak juga kau 

Tak perlu sedu sedan itu 

Aku ini binatang jalang 
Dari kumpulannya terbuang 

Biar peluru menembus kulitku 
Aku tetap meradang menerjang 

Luka dan bisa kubawa berlari 
Berlari 
Hingga hilang pedih peri 

Dan aku akan lebih tidak perduli 

Aku mau hidup seribu tahun lagi 

Maret 1943

DOA 

kepada pemeluk teguh 

Tuhanku 
Dalam termangu 
Aku masih menyebut namamu 

Biar susah sungguh 
mengingat Kau penuh seluruh 

cayaMu panas suci 
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi 

Tuhanku 

aku hilang bentuk 
remuk 

Tuhanku 

aku mengembara di negeri asing 

Tuhanku 
di pintuMu aku mengetuk 
aku tidak bisa berpaling 

13 November 1943

CINTAKU JAUH DI PULAU 

Cintaku jauh di pulau, 
gadis manis, sekarang iseng sendiri 

Perahu melancar, bulan memancar, 
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. 
angin membantu, laut terang, tapi terasa 
aku tidak 'kan sampai padanya. 

Di air yang tenang, di angin mendayu, 
di perasaan penghabisan segala melaju 
Ajal bertakhta, sambil berkata: 
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja," 

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! 
Perahu yang bersama 'kan merapuh! 
Mengapa Ajal memanggil dulu 
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! 

Manisku jauh di pulau, 
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri. 

1946

Minggu, 19 Oktober 2008

DatA tEntAng aNimE hUntERxhUntEr

Gon Freecss: Seorang anak laki laki berumur 12 tahun yang mengembara untuk menemukan ayahnya yang sudah lama pergi dan tak pernah kembali. Gon mempunyai indera yang sangat tajam karena terbiasa hidup dihutan dan tidak takut pada monster. Gon sangat polos, baik dan setia kawan. Dia bertemu dengan Killua pada ujian hunter dan sejak saat itu Gon dan Killua menjadi teman yang baik. Memiliki Nen bertipe Kyouka, atau penguat, yang sering digunakan secara spesifik oleh Gon untuk melancarkan pukulan yang amat kuat. Jurus spesialnya adalah Jajanken.
Killua Zaoldyeck: Anak dari keluarga pembunuh bayaran yang sangat terkenal dan ditakuti oleh banyak golongan. Memiliki sifat yang sangat cuek dan suka semaunya sendiri. Dia bertemu dengan Gon pada latihan hunter, namun sayang dia gagal dalam ujian hunter yang pertama karena tekanan kakaknya, Illumi Zaoldyeck. Karena paksaan kakaknya itu, setelah ujian hunter Killua terpaksa ikut kembali kerumahnya. Karena perjuangan tekad Gon, Kurapica,dan Leorio yang nekad menerobos masuk ke rumah keluarga Zaoldyeck di Kururu Mountain, maka akhirnya Killua pun ikut kembali bersama Gon, dan dari saat itu Gon dan Killua tidak pernah berpisah. Killua memiliki Nen bertipe Henka, atau transformasi. Killua mengubah kekuatan Nen miliknya menjadi suatu kekuatan listrik yang cukup mematikan. Killua telah dilatih sedemikian rupa untuk menjadi seorang assassin, terbukti dengan mampunya ia membuka 3 pintu gerbang rumahnya, yang notabene beratnya 12 ton. Killua juga tahan terhadap racun dan aliran listrik.
Leorio: Orang yang suka humor, bahkan kadang kadang saat bertempur-pun ia sesekali bercanda. Merupakan salah satu teman baik Kurapica.Dia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter karena dia pernah kehilangan seorang teman yang sangat akrab dengan dia,ia tak dapat menyembuhkan temannya itu. dia ikut ujian hunter pun hanya karena dia membutuhkan dana untuk ikut kuliah di universitas kedokteran, pada akhirnya dia berhasil menjadi seorang dokter. Sejauh ini, Leorio hanya menguasai 'Ten' dari 4 dasar 'Nen'.
Kurapika: Lelaki yang "cantik" ini berumur 16 tahun,ia sehingga membuat banyak orang bertanya-tanya apakah dia lelaki atau perempuan. Leorio pernah ingin mengajukan tebakan, apakah Kurapica laki-laki atau perempuan saat ujian hunter di menara trik. Orang yang sangat akrab dengan Gon, bijaksana dan selalu berpikir dengan kepala dingin. Wawasannya luas karena hobinya,membaca buku (terutama buku sejarah). Walau demikian, saat mendengar tentang Genei ryodan, sifat kalapnya akan muncul, bersamaan dengan munculnya mata merahnya. Kurapica, sebagai keturunan terakhir suku Kuruta memiliki mata merah yang hanya akan muncul saat ia mulai marah. Kurapica sebenarnya memiliki Nen bertipe Gugenka, materialisasi, yang diwujudkan dengan rantai yang melilit tangan kanannya. Tetapi saat mata merahnya muncul, tipe Nen-nya berubah menjadi Tokushitsu, atau spesialisasi. Saat matanya berubah merah, kemampuan khususnya adalah dapat menggunakan semua tipe nen dengan tingkat kemahiran 100%. Kurapica mempunya dendam yang mendalam terhadap Genei Ryodan. 5 tahun sebelum ujian hunter,Genei Ryodan membunuh seluruh anggota suku Kuruta yang mendiami wilayah Rukuso.Banyak orang memburu mata merah dari suku Kuruta. Saat terjadi pelelangan di Yorkshin city, sepasang bola mata suku Kuruta terjual dengan harga 2,9 milyar.

Senin, 13 Oktober 2008

Di Balik Momen Kelulusan SMA
June 13, 2008



Oleh: Agung Eka Nugraha 

Kalo kita denger kata lulus yang biasanya terbayang pertama kali di kepala adalah menanggalkan atribut putih abu-abu yang telah tiga tahun kita kenakan. Selain itu biasanya ada juga acara corat – coret baju. Tapi sekarang hal seperti itu kayakna sudah makin jarang terjadi soalnya sekolah sudah mengakalinya dengan cara mengenakan pakaian adat saat pengumuman kelulusan. Selain acara coret–coret baju biasanya acara kelulusan ditandai acara makan–makan bareng teman, jalan-jalan, dan minum–minum. Mungkin semuanya sah–sah saja karena mungkin hanya saat itu mereka bisa berkumpul dengan teman–teman seangkatannya. Dan mereka biasanya menginginkan acara perpisahan yang mengesankan dan tidak akan terlupakan.

Tapi beberapa tahun terakhir, oleh remaja yang telah mempunyai pasangan alias pacar, masa masa kelulusan malah dijadikan masa–masa pelepasan keperawanan oleh kaum wanita (walaupun tidak semuanya seperti ini). Biasanya hal itu dikarenakan si wanita tidak dapat menahan rayuan gombal sang pacar dan momentnya dianggap pas pada saat itu. 

Biasanya sesudah pengumuman kelulusan remaja–remaja yang sudah berpasangan akan melakukan kencan terakhir untuk menandai berakhirnya masa masa sekolah mereka. Saat itulah moment cinta buta dianggap pas oleh remaja saat ini. Hal ini juga tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan hidup remaja yang sudah tidak terkontrol lagi. Banyak hal yang juga mempengaruhi wanita mau memberikan mahkota paling berharganya itu. Hal itu dikarenakan sang wanita takut, jika sudah lulus nanti sang pacar akan menjauh darinya karena keinginan sang lelaki tidak dipenuhi. 

Ini salah satu buktinya. Beberapa tahun lalu, di sebuah bungalow di kawasan sanur sepasang remaja ditangkap polisi karena ketahuan melakukan pesta seks. Mereka ditangkap kerena masih memakai atribut pakaian sekolah. Tak tanggung–tanggung sekolah mereka merupakan salah satu SMU negeri favorit di kota denpasar. 

Terlepas dari salah satu contoh kejadian nyata diatas, bisa dijadikan cerminan bagaimana tingkah polah remaja saat ini. Ada apa gerangan remaja sekarang??

Hubungan Sastra dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar

Mahmud Jauhari Ali

BANJARMASIN POST

Bahasa merupakan unsur penting dalam dunia sastra. Bahasa digunakan sastrawan sebagai media untuk menyampaikan ide atau gagasannya kepada masyarakat luas. Dalam dunia sastra, bahasa dapat dikatakan sebagai “jembatan” yang menghubungkan sastrawan dan masyarakat luas. Ada sebagian orang menganggap bahasa sastra berbeda dengan bahasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebenarnya keduanya sama saja. Jika antara yang satu dengan yang kedua berbeda, masyarakat luas tidak akan mengerti bahasa yang digunakan sastrawan dalam karya sastra yang diciptakannya. Padahal pada kenyataannya bahasa sastra dimengerti oleh masyarakat luas. Hal yang terakhir ini menunjukkan bahwa bahasa sastra dan bahasa dalam kehidupan nyata kita sehari-hari adalah sama.
Dalam kaitannya dengan sastra di Indonesia, bahasa Indonesia dan bahasa daerah termasuk bahasa Banjar menjadi unsur penting yang digunakan sastrawan untuk menyampaikan ide-idenya kepada masyarakat luas sebagai penikmatnya. Bahasa Indonesia dipakai dalam puisi, prosa piksi seperti cerpen dan novel, dan drama di Indonesia. Bahasa daerah termasuk bahasa Banjar juga dipakai dalam karya sastra di Indonesia seperti dalam cerpen dan pementasan teater tradisional khas Banjar, yakni mamanda.
Hal di atas menunjukkan bahwa bahasa Indonesia dan bahasa Banjar penting dalam kehidupan dunia sastra di tanah air kita. Jika demikian halnya, apakah dunia sastra juga penting dalam kehidupan bahasa Indonesia dan bahasa Banjar di tanah air kita? Jawabannya adalah ya. Mengapa jawabannya adalah ya? Jawaban atas pertanyaan yang terakhir ini dapat Anda temukan dalam paparan berikut ini.
Sebagaimana yang telah dipaparkan di atas bahwa sastrawan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Banjar dalam karya sastra yang diciptakannya untuk berkomunikasi dengan masyarakat penikmatnya. Hal ini berarti bahwa dalam sastra, bahasa menjadi unsur yang langsung disentuh masyarakat luas. Kita sebagai masyarakat luas langsung membaca atau mendengarkan bahasa Indonesia atau pun bahasa Banjar dalam karya sastra yang kita baca atau kita dengarkan dalam pementasan. Dengan kata lain, yang kita baca atau kita dengarkan dalam karya sastra adalah bahasa Indonesia atau bahasa Banjar. Jika bahasa Indonesia dan bahasa Banjar yang digunakan sastrawan dalam karya sastra, berarti dengan membaca atau mendengarkan bahasa dalam karya sastra tersebut masyarakat luas pun menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Banjar. Dengan demikian, bahasa Indonesia dan bahasa Banjar digunakan sastrawan dan masyarakat penikmatnya sehingga kedua bahasa ini akan bertambah lestari. Dengan kata lain kehidupan bahasa Indonesia dan bahasa Banjar akan bertambah lestari dengan adanya dunia sastra di Indonesia.
Jadi, sastra Indonesia dan sastra Banjar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Banjar saling menunjang satu sama lain. Jika kita menggunakan istilah biologi, hubungan sastra Indonesia dan sastra Banjar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Banjar kita katakan sebagai simbiosis mutualisme. Berdasarkan paparan di atas, kita perlu membaca karya sastra dalam bentuk buku maupun dalam media cetak dan mendengarkan karya sastra yang dipentaskan jika kita ingin bahasa Indonesia dan bahasa Banjar bertambah lestari. Dewasa ini sudah banyak karya sastra yang diterbitkan dalam bentuk tulisan di Indonesia. Kita dapat membaca karya-karya sastra yang telah diterbitkan tersebut. Kita juga dapat mendengarkan karya sastra yang dipentaskan. Selain itu jika ingin menjadi sastawan, Anda dapat pula belajar menjadi sastrawan dalam upaya melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa Banjar di tanah air yang kita cintai ini.
Diposkan oleh www.mahmud-bahasasastra.blogspot.

Rabu, 13 Agustus 2008

me n friend

nie aQ gE mA tMeN aQ L'len...

foTo nIe dI aMbIL wAkTu QT Ge mAen dI bAsEcAme nYa nAk PALAF

seMenJak kEnal mA nAK PALAF aQ jDi sRing mAen BreNg L'len

pIe asYik kOK......